Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haruskah segera mengqodho sholat?


 Haruskah segera mengqodho sholat?


Bila meninggalkannya dengan udzur, maka tidak harus menyegerakannya. Namun jika tanpa udzur, wajib disegerakan. Dan qodho sholat tetap wajib tanpa ada batas waktu, meski itu sudah bertahun-tahun.

Disebutkan dalam kitab Fiqh al-Manhaji:


وقد اتفق جمهور العلماء من مختلف المذاهب على أن تارك الصلاة يكلف بقضائها، سواء تركها نسياناً أم عمداً، مع الفارق التالي: وهو أن التارك لها بعذر كنسيان أونوم لايأثم، ولا يجب عليه المبادرة إلى قضائها فوراً، أما التارك لها بغيرعذر- أي عمداً - فيجب عليه – مع حصول الإثم – المبادرة إلى قضائها


“Mayoritas ulama dari berbagai madzhab sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadla-nya, baik meninggalkan shalat karena lupa ataupun sengaja, perbedaanya adalah: jika orang yang meninggalkan shalat karena udzur, seperti karena faktor lupa atau tertidur maka ia tidak berdosa, dan ia tidak diwajibkan mengqadla-nya sesegera mungkin, sedangkan bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadla-nya.” 

(Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i)

Posting Komentar untuk " Haruskah segera mengqodho sholat?"