Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum alkohol yang terdapat pada parfum dan obat


 Apa hukum alkohol yang terdapat pada parfum dan obat?


ومنها المائعات النجسة التي تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن


Termasuk bagian najis yang di ma'fu (dimaafkan) adalah najis yang terdapat pada obat-obatan dan wewangian harum dengan tujuan untuk memperbaikinya, maka di ma'fu sekedar takaran yang dipakai untuk memperbaikinya dengan dianalogkan pada aroma yang mempernaiki pada keju. kalau minuman keras maka NAJIS muthlak karena al-Qur’an mensifatkannya dengan “rijsun”(najis). Sedangkan alcohol bukanlah minuman pada ‘urf. Adapun jika digunakan untuk obat..jangankan alcohol….arak pun jika kadarnya hanya 4 atau 5% saja yang tidak sampai banyaknya membuat mabok maka BOLEH. 

[ Hasyiyatus Syarqowy ‘alat Tahrir ].


و اما لو استهلكت الخمرة في الدواء بان لم يبق لها وصف فلا يحرم استعمالها كصرف باقي النجاسات هذا ان عرف او اخبره طبيب عدل


“Adapun jika arak dilarutkan di dalam obat, dengan tidak tinggal baginya sifat arak, maka tidaklah haram mempergunakannya, seperti najis2 lain yang murni. Hal ini jika diketahui atau diberitakan oleh seorang dokter yang adil”.


Posting Komentar untuk "Hukum alkohol yang terdapat pada parfum dan obat"