Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum membangunkan sahur


 


Tahukah kalian, hukum membangunkan orang sahur?


Karena sahur itu sunnah, maka orang yang membangunkannya mendapat pahala syiar mengajak orang lain mengerjakan sunnah.


عن انس بن مالك رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم تسحروا فإن في السحور بركة. متفق عليه


Dari sahabat Anas Bin Malik Ra, beliau berkata, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah". (HR. Muttafaqun 'alaih).


Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan tentang keberkahan dalam sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut : Mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. -Pembeda dengan puasa ahli kitab, berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda, "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur" (HR. Muslim). -Menguatkan badan dalam melaksanakan ibadah puasa. -Menambah semangat agar semakin rajin beribadah. -Menolak buruknya akhlaq yang dapat timbul akibat rasa lapar. -Dapat menjadi sebab untuk bershadaqah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan bersama-sama mereka. Menjadi sebab menjalankan dzikir dan doa pada waktu yang diduga merupakan waktu terkabulkannya doa. Waktu sahur dapat digunakan untuk menyusuli niat puasa bagi mereka yang lalai niat sebelum tidurnya. [Fath al-Baari IV/140 ).


Maka dengan hikmah di atas, orang yang membangunkan sahur juga mendapat pahala yang sama dengan orang yang dibangunkannya,

من دل على خير فله مثل أجر فاعله

Barang siapa menunjukkan kebaikan, maka ia juga mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukan petunjuknya. (HR Muslim)

Posting Komentar untuk "Hukum membangunkan sahur"