Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Serangga jatuh ke minuman atau makanan


 Bagaimana jika terdapat serangga yang jatuh ke minuman atau makanan?


Rasulullah dalam salah satu haditsnya pernah menjelaskan hal ini:


إِذَا سَقَطَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِى الآخَرِ شِفَاءً


“Ketika lalat jatuh pada minuman kalian, maka benamkan lalat itu lalu ambillah. Sesungguhnya pada salah satu sayapnya terkandung suatu penyakit dan pada sayap yang lain terkandung kesembuhan.” (HR Bukhari)


Jika serangga tersebut mati, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab:


القولان بنجاسة الماء بموته يجريان في جميع المائعات والأطعمة صرح به أصحابنا واتفقوا عليه والصحيح في الجميع الطهارة للحديث وعموم البلوى وعسر الاحتراز


“Dua pendapat dalam status najisnya air sebab matinya hewan yang tidak keluar darah ketika tubuhnya dibedah, juga berlaku pada semua benda cair dan makanan. Hal tersebut ditegaskan oleh para al-Ashab dan mereka menyepakati hal ini. Pendapat yang sahih pada semua permasalahan di atas adalah tetap berstatus suci karena terdapat hadits yang menjelaskannya dan karena seringnya hal ini terjadi sekaligus sulit untuk menghindarinya.” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab, juz 1, hal. 130)


Jika serangga yang jatuh pada makanan atau minuman dalam keadaan masih hidup, maka status makanan dan minuman tersebut tetap dihukumi suci selama tidak terlihat oleh mata bahwa serangga yang jatuh itu membawa najis. Selagi kita tak menyaksikan najis itu dan tak melihat secara pasti serangga tersebut pernah menempel pada benda najis, maka status makanan adalah suci alias tetap dapat dikonsumsi.


Posting Komentar untuk "Serangga jatuh ke minuman atau makanan"