Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum dan syarat I'tikaf


Tahukah kalian, bahwa i'tikaf memiliki lima hukum?


1. WAJIB, jika dinadzarkan

2. SUNNAH, dan inilah hukum asalnya dan lebih ditekankan lagi di bulan Romadhan

3. MAKRUH, Yaitu I'tikafnya perempuan yang masih memiliki kemolekan tubuh dengan idzin suami dan aman dari fitnah.

4. HARAM tapi sah yaitu I'tikafnya perempuan tanpa idzin suami atau dengan idzin suami tapi tidak aman dari fitnah.

5. Haram dan tidak sah yaitu l'tikafnya orang yang junub atau perempuan yang haidh.


Melihat hukum I'tikaf bagi perempuan adalah MAKRUH itupun jika tidak dikhawatirkan timbulnya fitnah misalnya menyebabkan laki-laki yang memandangnya syahwat atau terjadinya kholwat atau pacaran. Jika dikhawatirkan akan timbulnya fitnah, maka hukumnya menjadi haram, maka alangkah baiknya bagi perempuan terutama para gadisnya hendaknya berada di dalam rumah saja, melakukan aktifitas ibadah lainnya semisal, membaca al-quran, berdzikir, membaca buku-buku agama atau lainnya. Ini lebih utama dan lebih aman bagi mereka.

Ada berapa syarat itikaf?

Syarat i'tikaf ada enam:

1. Niat. Yaitu dalam hati mengatakan :

نويت الاعتكاف في هذا المسجد لله تعالی

"Saya niat I'tikaf di masjid ini karena Allah Ta'ala“

2. Suci dari hadats besar.

3. Berakal. Jika di tengah-tengah I'tikaf dia menjadi gila, maka batal I'tikafnya.

4. Islam

5. Berdiam diri minimal seukuran tuma'ninah sholat lebih sedikit ( Sekitar 5 detik)

6. Berada di dalam masjid. Maka tidak sah I'tikaf di mushollah, ribath atau pesantren.

Posting Komentar untuk "Hukum dan syarat I'tikaf"